Oknum Polisi Polres Pelabuhan Makassar, Hamili Pacar dan Berpaling Perempuan Lain
MAKASSAR | SUDUTPANDANGRAKYAT.COM- muncul kasus mengkhawatirkan terkait perilaku oknum polisi Bripda YZR yang bertugas di Polres Pelabuhan Makassar. Sumber yang mendekati korban mengungkapkan, pria yang dulunya dikenal korban sejak masa SMA dan telah menjalin hubungan selama 5 tahun ini melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab terhadap pasangannya Jumat (26/12/2025).
Sebelum mendaftar menjadi Anggota polisi, Bripda YZR telah menghamili korban. Namun, suatu hari sebelum memasuki pendidikan polisi, dia memaksa korban untuk menggugurkan kandungannya. Alasan yang dia berikan sangat sewenang-wenang, agar YZR bisa melanjutkan pendidikan di SPN Batua dan agar “karirnya tidak hancur”jika kehamilan itu dilanjutkan.
Korban yang saat itu juga berkeinginan masuk kuliah akhirnya menuruti permintaan Bripda YZR. Selama enam bulan pendidikan di Bantaeng, korban menunggu sampai dia mendapatkan ponsel untuk berkomunikasi. Ketika akhirnya bisa berbicara, korban hanya mencoba mencari informasi tentang keadaan Bripda YZR tanpa menyalahkan tindakannya yang dulu.
Setelah lulus pendidikan dan dilantik sebagai polisi, Bripda YZR kembali menghamili korban. Ini menjadi kehamilan kedua yang dialami korban oleh pria yang sama, namun sekali lagi tidak ada tanda-tanda dia akan mengambil tanggung jawab. Korban yang merasa terlantar akhirnya melapor ke Polres Pelabuhan pada bulan Agustus kemarin karena Bripda YZR menolak bertanggung jawab dan sering selingkuh Ujar korban dalam wawancaranya.
Ketika kehamilan kedua itu berusia 2 bulan, Bripda YZR kembali memaksa korban untuk menggugurkan. Kata-katanya sama persis seperti dulu: “hancur karirku”. Bahkan, dia bahkan menyarankan korban makan nanas untuk menggugurkan kandungan, tindakan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab terhadap kesehatan korban.
Korban yang merasa tidak punya pilihan lagi akhirnya menuruti permintaan itu. Namun, tidak lama setelah kandungan kedua itu digugurkan, Bripda YZR kembali ketahuan selingkuh dengan perempuan lain. Ketika perselingkuhan itu terbongkar, korban datang ke Polres Pelabuhan untuk mencari keadilan.
Di pihak kepolisian, Bripda YZR menawarkan jalan tengah berupa pernikahan sirih. Namun, ketika usulan itu disampaikan ke keluarganya, mereka menolak dengan alasan yang mengecewakan: takut aibnya bocor ke rekan kerja dan merusak karir Bripda YZR. Keluarga korban kemudian menyarankan untuk melamar dengan cara yang baik untuk menutupi aib itu.
Bripda YZR akhirnya datang ke rumah korban, melamar, dan mengikat janji. Namun, kepercayaan korban segera hancur lagi ketika hanya sebulan kemudian, Bripda Yahdi kembali selingkuh dengan seorang DJ. Korban yang kecewa mencari kejelasan, namun pria itu malah ingin lepas tangan dari hubungan.
