Kisruh Dugaan Kasus Penganiayaan Anak dan Mantan Istri Telah Bergulir Di Kepolisan Takalar
TAKALAR | SUDUTPANDANGRAKYAT.COM– Memasuki pekan ketiga atau hari ke-23, penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap anak dan mantan istri di Jalan Istana Permai, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, belum menunjukkan kejelasan bagi pihak korban. Hingga kini, terduga pelaku masih bebas berkeliaran.
Kuasa hukum korban, Amanda Keisya saat dikonfirmasi mengatakan laporan dugaan kuat penganiayaan terhadap mantan istri yang dilaporkan hingga kini masih menunggu hasil visum.
“Untuk laporan penganiayaa terhadap korban, sesuai keterangan korban melalui sambungan telepon hari ini, Sabtu 31 Januari 2026, hasil visum belum keluar. Rencananya hari Senin akan kembali dikonfirmasi. Tim kuasa hukum akan terus menindaklanjuti perkembangan administrasi dan hasil visum korban,” ujar Keysha. Rabu (04/02/025)
Selain penganiayaa, Keysha menambhakan, jika kasus dugaan KDRT pelaku pada Agustus 2025 saat keduanya masih berstatus suami istri yang dilaporkan ke Polres Takalar oleh korban sendiri, juga belum menemukan titik terang.
“Klien saya pernah melaporkan kasus duga KDRT pada tahun 2025 lalu, keduanya sat itu masih berstatus suami istri, dan sampai hari ini juga belum ada kejelasan kasusnya, kata polisi masih menunggu hasil tes psikologi korban, korban juga sudah lakukan tes psikologi pada Senin 26 Januari 2026” Terangnya.
Keysha berharap seluruh proses administrasi berjalan sesuai prosedur dan dua laporan polisi segera ditindaklanjuti.
“Kami masih menunggu hasil visum dan hasil tes psikologi korban sebagai dasar proses hukum selanjutnya,” tutupnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, mengatakan pihak kepolisian masih menunggu hasil visum sebelum melakukan gelar perkara.
“Kami menunggu hasil visum, setelah itu kami terima, barulah dilakukan gelar perkara sesuai SOP,” singkatnya.
Sebelumnya, rekaman video yang viral di berbagai akun media sosial memperlihatkan seorang pria terlibat pertengkaran dengan dua wanita sambil membawa seorang anak balita. Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita bercadar menurunkan anaknya lalu meninggalkan pria yang diketahui merupakan suaminya.
Pria tersebut kemudian tersulut emosi, mengambil anaknya, dan diduga membanting balita itu di depan sang ibu hingga anak tersebut menangis histeris.
Belakangan diketahui peristiwa itu terjadi di Jalan Istana Permai, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, pada Selasa 13 Januari 2026 lalu.
Korban, Dzulfita Sari, menjelaskan dirinya dan suami tengah mengalami masalah rumah tangga dan sedang dalam proses gugatan perceraian. Ia mengaku mendatangi suaminya untuk menitipkan anak karena kehabisan susu formula, namun kedatangannya justru memicu emosi terduga pelaku.
Selain dugaan pembantingan terhadap anak, korban juga mengaku dipukul sebanyak tiga kali oleh pelaku. Bahkan, tantenya turut menjadi korban pemukulan hingga mengalami luka lebam.
