Ketika Oknum Polisi Polres Gowa ‘Uji’ Kesabaran Jurnalis: Kemitraan yang Harmonis Terancam Jadi Duri”

Gowa,sudutpandangrakyat.com – Sebuah insiden kurang mengenakkan menimpa seorang jurnalis bernama Bachtiar saat memasuki komplek di lingkungan Polres Gowa. Bachtiar merasa direndahkan oleh tindakan seorang oknum polisi bernama Aipda Ismail yang bertugas di bagian Tahti (Tahanan dan Barang Bukti), bukan sebagai petugas penjagaan (19/8).
Peristiwa bermula ketika Bachtiar telah berada cukup jauh di dalam kompleks Polres Gowa. Secara tiba-tiba, Ismail memanggilnya dan bersikeras memintanya untuk melapor ke pos penjagaan. Padahal, Bachtiar telah menginformasikan bahwa dirinya adalah seorang wartawan yang sering melakukan peliputan di Polres Gowa.
“Saya sangat malu karena di depan banyak orang, saya dipanggil ke penjagaan untuk melapor. Bahkan, dengan ekspresi sinis, saya sudah menjelaskan bahwa saya seorang wartawan dan hampir setiap hari berada di sini,” ungkap Bachtiar dengan nada kecewa.
Sikap keras kepala oknum polisi Ismail yang tetap memaksa Bachtiar untuk melapor ke penjagaan dinilai sangat tidak profesional. Tindakan ini berpotensi merusak hubungan kemitraan yang selama ini telah dibangun dengan susah payah antara Polres Gowa dan kalangan wartawan.
Bachtiar juga menyayangkan sikap Ismail yang terkesan sengaja menghalang-halangi tugasnya sebagai jurnalis. Menurut Bachtiar, Ismail seharusnya tidak bertindak demikian, mengingat posisinya yang tidak berada di bagian penjagaan.
“ismail tidak seharusnya bertindak sewenang-wenang karena tugasnya bukan di penjagaan, melainkan di Tahti,” tegas Bachtiar.
Insiden ini sangat disesalkan karena mencoreng citra Polres Gowa, yang selama ini dikenal memiliki hubungan baik dengan para wartawan. Diharapkan, kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi pimpinan Polres Gowa agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Ucap Dg Gau ketua Umum DPP L Pace seharusnya kalau mitra mari kita saling menjaga hubungan yang lebih baik, bukan mencari sebuah kesalahan kecil yang bisa menimbulkan ketidak nyamanan, karena kalau di ketahui bersama bahtiar ini bukan seorang tamu, atau ingin membesuk tahanan, tapi mereka ingin ke pelayanan bagian SIM,dan boleh di kata mereka setiap hari nya berada di polres gowa,sangat sungguh di sayangkan,sikap Aipda Ismail yang memberikan sikap arogansi nya terhadap teman-teman wartawan.