Kajati Sulsel dan Lawyer Muh.Ilham Angkat Bicara: Membantah Tudingan Jaksa Minta 5 Milliar Terhadap Pelaku UPAL

Kajati Sulsel dan Lawyer Muh.Ilham Angkat Bicara: Membantah Tudingan Jaksa Minta 5 Milliar Terhadap Pelaku UPAL
Oplus_0

Makassar,sudutpandangrakyat.com-Kejaksaan Ting­gi Sula­we­si Selat­an (Keja­ti Sul­sel) buka sua­ra menang­ga­pi penga­ku­an ter­da­kwa sin­di­kat uang pal­su, Annar Sala­hu­ddin Sam­pe­to­ding (ASS), yang menye­but diri­nya dimin­tai uang Rp5 mili­ar oleh oknum jak­sa agar men­da­pat tun­tut­an bebas.

Kasi­pen­kum Keja­ti Sul­sel, Soe­tar­mi, meng­a­tak­an, isu ter­se­but tidak benar. Ia menye­but, jika memang ada buk­ti peme­ras­an, pihak­nya memin­ta agar sege­ra dila­pork­an untuk dip­ro­ses seca­ra hukum.

“Kalau punya buk­ti peme­ras­an silahk­an dila­pork­an agar dip­ro­ses. Kejak­sa­an ada bidang penga­was­an yang dapat mela­kuk­an tin­dak­an apa­bi­la ada pega­wai atau jak­sa mela­kuk­an per­bu­at­an ter­ce­la,” kata Soe­tar­mi.

Ia meng­a­ku, Keja­ti Sul­sel senan­ti­a­sa ber­ko­mi­tmen men­ja­ga inte­gri­tas dalam mena­nga­ni seti­ap per­ka­ra. Tidak ada tole­ran­si bagi apa­rat pene­gak hukum yang mela­kuk­an penyim­pang­an. Kejak­sa­an Ting­gi Sula­we­si Selat­an tetap men­ja­ga inte­gri­tas­nya dalam meng­a­wal ber­ba­gai kasus yang kami tanga­ni.

“Jika Annar Sam­pe­to­bing memang memi­li­ki buk­ti valid, maka Keja­ti akan menin­da­klan­ju­ti dengan peme­rik­sa­an inter­nal. Ini ten­tu­nya untuk men­ja­ga kre­di­bi­li­tas lem­ba­ga nega­ra, dalam hal ini Kejak­sa­an Ting­gi Sula­we­si Selat­an,” tegas Soe­tar­mi.

Ditem­pat ter­pi­sah salah war­kop di Makas­sar, Lawyer Ilham Syam SH mem­ban­tah tuding­an yang diri­nya dika­tak­an seba­gai peng­hu­bung pihak kejak­sa­an dengan ter­da­kwa Anhar Sam­pe­to­bing mela­lui video rekam­an dengan dura­si 2.39 menit dengan per­min­ta­an sejum­lah uang yang cukup fan­tas­tis.

“Kami memang ke rut­an untuk kete­mu ter­da­kwa Anhar Sam­pe­to­bing seba­gai peng­gan­ti kua­sa hukum ter­da­kwa Sahru­na dan Jhon, yang ditun­juk mela­lui beli­au, ada­pun per­min­ta­an uang Rp.5Miliar dan doku­men ber­u­pa Ser­ti­fi­kat Bank Indo­ne­sia (SBI) dan Ser­ti­fi­kat Ber­har­ga Nega­ra (SBN) seni­lai Rp700 tri­li­un yang dika­itk­an dengan diri­nya mela­lui pem­be­ri­ta­an itu, seka­li lagi tidak benar,“silahkan lapork­an saya kalau memang ada bukti,“ujarnya.

“Ilham Syam SH, menu­turk­an per­min­ta­an maaf sebe­sar-besar­nya kepa­da pihak kejak­sa­an yang sudah ter­ce­de­rai yang dise­but nama­nya di pem­be­ri­ta­an, ter­ka­it ada­nya duga­an peme­ras­an dan kri­mi­na­li­sa­si pada­hal itu tidak benar, jangan sam­pai hanya pem­be­la­an diri, apa­la­gi sudah jelas seka­li tun­tut­an ter­da­kwa Anhar Sam­pe­to­bing 8 tahun sub­si­der 1 tahun,“ungkapnya.

Dike­ta­hui, dalam per­si­dang­an pada Rabu, 27 Agus­tus 2025, Annar menye­but diri­nya men­ja­di korb­an peme­ras­an oleh oknum penun­tut umum.

Sidang ter­se­but dipim­pin oleh Hakim Ketua Dyan Mar­tha Budhi­nu­gra­eny, didam­pi­ngi dua hakim ang­go­ta, Yenny Wahyu­ni­ngtyas dan Sya­hbu­ddin, dengan agen­da pem­ba­ca­an nota pem­be­la­an.

Semen­ta­ra itu, dalam sidang sebe­lum­nya, Jak­sa Penun­tut Umum Aria Per­ka­sa menun­tut Annar delap­an tahun pen­ja­ra dan den­da Rp100 juta. Jika den­da tidak diba­yar, digan­ti kurung­an satu tahun. JPU meni­lai per­bu­at­an Annar ter­buk­ti melang­gar Pasal 37 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2011 ten­tang Mata Uang jun­cto Pasal 55 ayat 1 ke‑1 KUHP.

Mes­ki sem­pat tiga kali ter­tun­da, per­si­dang­an akhir­nya ber­jal­an lan­car dengan penga­wal­an ketat. Maje­lis hakim pun mene­gask­an sidang ber­i­kut­nya akan dige­lar 3 Sep­tem­ber 2025.

lp; Alfa­ti­ra

bachtiar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *