Eks Nasabah BAF Makassar Mencuat dimedia: Diduga Melakukan Praktik yang Merugikan Konsumen

Makas­sar,sudutpandangrakyat.com - Prak­tik duga­an pelang­gar­an hak kon­su­men kem­ba­li men­cu­at, kali ini menim­pa seo­rang mant­an nasa­bah PT Buss­an Auto Finan­ce (BAF) Makas­sar, yang ber­kan­tor di Jal­an Panak­ku­kang, tepat di sam­ping Mall Rama­ya­na, Kota Makas­sar, Pro­vin­si Sul­sel, Kamis (24/07/2025).

Keke­ce­wa­an eks nasa­bah ini viral di sejum­lah media onli­ne sete­lah menyu­a­rak­an kebe­ra­tan­nya atas kebi­jak­an yang diang­gap meru­gik­an: potong­an bia­ya titip BPKB hanya 40 per­sen.

Ter­ka­it hal ini, Ansar, salah satu ang­go­ta BAF yang meng­a­ku men­ja­bat seba­gai Head Reme­di­al, saat dikon­fir­ma­si mela­lui pes­an Wha­tsApp, mem­be­nark­an bah­wa kebi­jak­an potong­an ter­se­but meru­pak­an atur­an inter­nal bagi­an colle­ction yang dike­pa­lai oleh Bu Winy.

“Benar, potong­an hanya 40% sesu­ai keten­tu­an dari colle­ction,” tulis Ansar, Kamis (24/07/2025).

Namun, per­nya­ta­an ter­se­but jus­tru memi­cu reak­si keras dari ber­ba­gai kalang­an, ter­u­ta­ma yang mema­ha­mi aspek hukum. Salah satu­nya datang dari Kon­sult­an Hukum, Muham­mad Akbar, SH., MH, yang seca­ra lugas mem­per­ta­nyak­an dasar atur­an itu.

“Sejak kap­an nasa­bah meni­tipk­an BPKB? Ini jelas keli­ru seca­ra hukum,” tegas Akbar saat dimin­ta pen­da­pat oleh awak media di dep­an Polres Gowa.

Sorot­an tak ber­hen­ti di situ. Ketua DPRD Gowa, Ram­li Rewa, juga menang­ga­pi dengan menya­rank­an agar korb­an sege­ra mela­yangk­an soma­si res­mi kepa­da pihak BAF Makas­sar, dan menem­busk­an ke Polres­ta­bes Makas­sar. Menu­rut­nya, prak­tik sema­cam ini ber­po­ten­si meru­gik­an banyak kon­su­men.

“Kalau benar seper­ti itu, seba­ik­nya korb­an ber­su­rat seca­ra res­mi, agar pro­ses­nya masuk jalur hukum,” ujar Ram­li.

Korb­an ber­i­ni­si­al KP, yang engg­an iden­ti­tas leng­kap­nya dise­butk­an, ber­ha­rap agar pem­be­ri­ta­an ini terus digu­lirk­an oleh media, demi mem­bu­ka mata publik, khu­sus­nya lem­ba­ga penga­was seper­ti Oto­ri­tas Jasa Keu­ang­an (OJK) dan Lem­ba­ga Per­lin­dung­an Kon­su­men.

“Biar publik tahu dan korb­an-korb­an lain bisa ikut ber­su­a­ra. Jangan sam­pai makin banyak kon­su­men yang diru­gik­an,” ung­kap KP.

Dukung­an juga datang dari Muh. Anshar, Ketua Umum LSM LAKSUS, yang menye­but kebi­jak­an bia­ya titip BPKB ini tidak masuk akal dan harus dila­w­an seca­ra hukum.

“Ini bisa jadi modus bis­nis ter­se­lu­bung untuk mera­up keun­tung­an dari kon­su­men. Kalau kon­trak lunas, kena­pa BPKB tidak lang­sung dikem­ba­lik­an? Bukan­nya malah dike­nak­an bia­ya titip!” kri­tik Anshar tajam.

Dengan makin banyak­nya sua­ra kri­tis dari ber­ba­gai pihak, tekan­an ter­ha­dap BAF Makas­sar sema­kin kuat. Pole­mik ini bisa men­ja­di momen­tum pen­ting bagi kon­su­men untuk menun­tut kea­dil­an, dan bagi lem­ba­ga ter­ka­it untuk mem­per­ke­tat penga­was­an ter­ha­dap pela­ku usa­ha pem­bi­a­ya­an. (Tim)

bachtiar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *