Disertasi Doktor UIN Alauddin Angkat TGB sebagai Teladan Ulama dan Pemimpin Daerah

SUDUTPANDANGRAKYAT.COM | MAKASSAR — Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menggelar sidang promosi doktor pada Konsentrasi Dakwah dan Komunikasi, Rabu (27/8/2025) di Gedung Pascasarjana UIN Alauddin, Samata-Gowa. Promovendus Mulyadin Abdullah, S.Sos., M.Si tampil sebagai kandidat doktor dengan disertasi berjudul:
“Dakwah dan Politik (Kajian terhadap Muhammad Zainul Majdi, Tuan Guru Bajang (TGB), Gubernur Nusa Tenggara Barat Tahun 2008–2018)”.
Dalam disertasinya, Mulyadin mengungkap bagaimana Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) berhasil memadukan peran sebagai ulama sekaligus politisi. TGB menempatkan dakwah dan politik sebagai medan perjuangan yang tidak terpisahkan, dengan menekankan pesan moderasi, ukhuwah islamiyah, dan toleransi. Sebagai pendakwah, TGB dikenal memiliki kompetensi dan kualitas keilmuan yang mumpuni, serta cara penyampaian dakwah yang sejuk sehingga dapat diterima semua kalangan. Bagi TGB, aktivitas politik merupakan bagian dari dakwah dalam rangka kebaikan dan ke ikhlasan

Sidang promosi doktor ini turut dihadiri oleh berbagai tamu penting, antara lain Kepala LLDIKTI Wilayah IX, rombongan Intelkam Polda Sulsel, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Buton, serta rombongan Ditkrimsus Polda Jawa Timur. Kehadiran sejumlah pejabat dan aparat penegak hukum tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kontribusi akademik dan relevansi sosial dari penelitian ini.
Dr.Mulyadin Abdullah M.Si menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya sidang ini. “Saya berharap penelitian ini bisa menjadi kontribusi ilmiah sekaligus inspirasi dalam memperkuat moderasi beragama serta menunjukkan bahwa dakwah dan politik dapat berjalan seiring demi kemaslahatan umat dan saya Menghibahkan diri saya untuk ummat dan bangsa,” ujarnya.
Sidang promosi ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum akademik bagi promovendus, tetapi juga memberikan sumbangsih pemikiran baru dalam memperkaya khazanah ilmu dakwah dan politik, serta menjadi pijakan dalam membangun model kepemimpinan Islam yang moderat dan berorientasi pada persatuan bangsa.(/*)red